SANTA CLARA/SAN FRANCISCO — Rencana investasi monumental senilai $100 miliar dari Nvidia ke OpenAI dilaporkan telah runtuh, menandai kemunduran signifikan dalam aliansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya digadang-gadang sebagai yang terbesar dalam sejarah. Laporan dari Reuters dan Wall Street Journal pada Jumat (30/1) mengonfirmasi bahwa pembicaraan tingkat tinggi antara kedua raksasa teknologi tersebut telah dibekukan akibat keraguan internal yang mendalam dari pihak Nvidia.
Sumber yang mengetahui negosiasi tersebut mengungkapkan bahwa CEO Nvidia, Jensen Huang, secara pribadi menyampaikan kepada para eksekutifnya bahwa kesepakatan awal yang diumumkan pada September 2025 hanyalah bersifat non-mengikat (non-binding). Huang dilaporkan menyoroti kekhawatiran serius mengenai strategi bisnis OpenAI yang dinilai "kurang disiplin", serta posisi kompetitif perusahaan tersebut yang semakin terimpit oleh rival utamanya, Google dan Anthropic. Keraguan ini memicu evaluasi ulang menyeluruh terhadap komitmen kapital masif yang sebelumnya direncanakan untuk membangun infrastruktur komputasi 10 gigawatt.
Alih-alih investasi infrastruktur senilai $100 miliar, diskusi kini beralih ke suntikan ekuitas yang jauh lebih kecil, diperkirakan bernilai puluhan miliar dolar sebagai bagian dari putaran pendanaan rutin OpenAI. Perubahan drastis ini terjadi di tengah persiapan OpenAI untuk penawaran umum perdana (IPO) yang ditargetkan pada akhir 2026. Kegagalan mengamankan kesepakatan infrastruktur terjamin ini dinilai dapat memengaruhi valuasi dan persepsi investor pasar publik terhadap stabilitas operasional jangka panjang pembuat ChatGPT tersebut.
Pasar merespons berita ini dengan kewaspadaan tinggi, mengingat ketergantungan ekosistem AI pada apa yang disebut analis sebagai "circular financing"—di mana investasi Nvidia kembali ke perusahaan dalam bentuk pembelian chip. Proyeksi finansial internal yang bocor juga menunjukkan bahwa OpenAI diperkirakan akan mencatat kerugian hingga $14 miliar pada tahun fiskal 2026, sebuah angka yang semakin memperberat urgensi perusahaan untuk mengamankan dukungan infrastruktur yang efisien di tengah perang harga komputasi awan yang kian sengit.
Juru bicara Nvidia menolak berkomentar secara spesifik mengenai status negosiasi, namun menegaskan bahwa perusahaan tetap menjadi mitra teknologi utama bagi OpenAI. Sementara itu, OpenAI menyatakan bahwa mereka terus bekerja sama dengan berbagai mitra untuk memastikan kapasitas komputasi yang memadai bagi pengembangan model AI generasi berikutnya, meskipun kini tanpa jaminan payung dana raksasa yang sebelumnya dijanjikan oleh Nvidia.

Posting Komentar